JaringanPena.Com, Bulukumba, Pemerintah Kabupaten Bulukumba hari ini, kamis 23 Juli 2026 menggelar Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Administrasi dan Pejabat Fungsional, di Ruang Pola Kantor Bupati.
Namun di tengah euforia pelantikan, muncul sorotan dari sejumlah Aktivis dan pantauan media. Banyak ASN yang dinilai lebih berprestasi dan secara SDM sangat layak, justru tidak mendapatkan kesempatan menduduki jabatan.
Berdasarkan undangan bernomor 800/IV-02/BKPSDM yang ditandatangani Bupati Bulukumba H.A.Muchtar Ali Yusuf, pelantikan akan diikuti oleh Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, dan Pimpinan Perangkat Daerah.
Isu yang berkembang di kalangan ASN dan masyarakat adalah terkait pola penempatan pejabat.
Dari pantauan media, banyak pejabat di pemerintahan yang dinilai memiliki kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak kinerja yang jauh lebih layak untuk mendapatkan kesempatan promosi jabatan. Namun kesempatan itu tidak didapat karena dinilai kurangnya “hubungan emosional” dengan pengambil kebijakan.
“Ini yang jadi keluhan. Banyak teman-teman ASN yang kerja bagus, punya kapasitas, tapi karena tidak dekat dengan pimpinan jadi tidak dipertimbangkan. Padahal amanat UU ASN jelas, pengisian jabatan harus berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja,” ujar Aktivis kemasyarakatan Andi Saiful.
Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan demotivasi di kalangan ASN. Padahal untuk mewujudkan birokrasi yang profesional dan melayani, dibutuhkan sistem meritokrasi yang adil dan transparan.
Andi Saiful juga mendesak agar Pemkab Bulukumba lebih terbuka dalam proses seleksi dan penempatan pejabat. Keterbukaan ini penting agar tidak ada lagi kesan “pilih kasih” dan agar orang-orang terbaik benar-benar ditempatkan sesuai bidangnya.
“Jangan sampai yang naik bukan yang paling mampu, tapi yang paling dekat. Ini akan berdampak pada kualitas pelayanan publik di Bulukumba,” ujarnya.
Andi Saiful berharap,proses pelantikan dan penempatan pejabat ke depan benar-benar mengedepankan asas profesionalitas, bukan hanya kedekatan personal.
Pelantikan pejabat adalah momentum untuk penyegaran birokrasi. Namun jika tidak dijalankan dengan prinsip keadilan dan objektivitas, maka tujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan justru akan terhambat.
Publik Bulukumba juga berharap, siapapun yang dilantik dapat bekerja dengan baik dan membawa perubahan nyata bagi daerah.
Tim Redaksi






