Beranda / Lokal / Sosial / Kelangkaan Solar di Bulukumba Memanas – Diduga Ada Tekanan Politik, Warga Minta Copot Kanit Tipidter

Kelangkaan Solar di Bulukumba Memanas – Diduga Ada Tekanan Politik, Warga Minta Copot Kanit Tipidter

JaringanPena.Com, Bulukumba, 20 November 2025– Hari ini, Kabupaten Bulukumba masih mengalami kelangkaan bahan bakar solar yang parah.

Masalah ini mulai terjadi sejak bulan September tahun ini hingga Desember, dan diperkirakan akan berlanjut mulai bulan Februari hingga Juni tahun depan, membuat semua mobil angkutan tidak bisa beroperasi di seluruh wilayah kabupaten.

Menurut warga dan supir angkutan di Bulukumba, antrian untuk membeli solar sudah dimulai sejak subuh hari di berbagai pompa bensin. “Solar semakin langka, padahal sudah sebulan terakhir kasus ini disoroti publik. Semua kendaraan kita macet karena tidak ada bahan bakar,” ujar salah satu warga.

Masalah ini semakin parah dengan penyalahgunaan rekomendasi yang marak terjadi. Dikabarkan, banyak rekomendasi untuk mendapatkan BBM yang seharusnya diberikan kepada pengguna yang berhak, seperti rekomendasi nelayan, dipegang oleh hanya 1 orang. Bahkan ada kasus rekomendasi nelayan yang masih tetap diambilkan meskipun kapalnya sudah tidak beroperasi lagi, hanya untuk mendapatkan solar.

Ini menjadi tanggung jawab besar yang sulit diselesaikan, dengan dugaan bahwa Aparat Penegak Hukum terkesan tidak mampu mengatasi masalahnya. Logikanya, jika tidak ada kebocoran informasi atau jika Aparat Penegak Hukum sungguh-sungguh ingin melakukan operasi penertiban, kelangkaan solar seharusnya tidak menjadi masalah yang sulit diatasi – karena sebenarnya ada kuota yang disediakan sesuai kebutuhan. Namun, kondisi justru semakin memburuk, sehingga masyarakat mengira ada indikasi kelalaian atau ketidakmampuan Kepolisian dalam menertibkan praktik ilegal tersebut.

Lebih jauh, kuat dugaan ada tekanan politik di balik semua hal ini. Akibatnya, warga secara tegas meminta agar Kanit Tipidter Kabupaten Bulukumba segera dicopot.

Kelangkaan solar ini diperparah oleh banyaknya proyek pembangunan yang berjalan dan maraknya tambang ilegal yang menggunakan solar subsidi, sehingga permintaan bahan bakar meningkat signifikan dan pasokan tidak mencukupi.

Meskipun telah menjadi perhatian publik, polisi tampaknya belum mampu mengatasi masalah ini, sehingga ketidakpuasan warga semakin memuncak.

Sebagai tanggapan, Edi Aswar, Pimpinan Redaksi Jaringan Pena, menyatakan akan segera bersurat dan melaporkan secara langsung ke Polda Sulawesi Selatan. Dia juga menantang Kapolda baru Sulawesi Selatan untuk segera mengambil langkah tegas dan menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM di Kabupaten Bulukumba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *