Jaringanpena.Bulukumba_Kapal Feri tujuan Labuang Bajo di pelabuhan Bira kerap melakukan pemuatan kayu dalam bentuk curah dan dalam jumlah yang besar, ini berpotensi mengganggu serta membahayakan pengguna jasa kapal Feri lainnya.Selasa 05 November 2024
Dari pengamatan media, kayu-kayu yang dimuat kapal feri tersebut sepertinya kurang pengawasan pihak berwenang termasuk kelengkapan dokumen kayu.
Salah seorang aktivis,Arman mengatakan bahwa dirinya mengamati proses pemuatan kayu di kapal feri dan tidak menemukan adanya kegiatan pemeriksaan kelengkapan dokumen kayu yang dimuat sehingga kuat dugaan bahwa pemilik kayu sudah ada komunikasi dan komitmen yang terbangun antara pemilik kayu dan pihak ASDP.
“Jangan sampai muatan kayu di kapal feri ini adalah bisnis tambahan yang dikerjakan secara terstruktur,” ujar Arman

Arman juga menambahkan bahwa dirinya bersama dengan teman-teman teman akan menyelidiki dugaan pungli dalam wilayah pelabuhan Bira, diantaranya proses penjualan tiket dan retribusi kapal phinisi dan nelayan yang numpang sandar dalam wilayah pelabuhan Bira.
“Penarikan retribusi pada pengguna pelabuhan harus jelas regulasinya karena persoalan uang itu sangatlah sensitif dan mudah dikorupsi”.tambah Arman
Di akhir wawancara , Arman menyampaikan bahwa dirinya sudah mengantongi beberapa bukti pelanggaran termasuk pada proses antrian kendaraan sampai kepada proses pemuatan kapal dan jenis muatan kapal.
“Insya Allah secepatnya kita bersurat agar tidak ada lagi kita temukan hal hal yang dilakukan yang sifatnya keluar dari aturan,” tutupnya
Laporan : AS






