Beranda / Lokal / KADIS DLHK HARUS DICOPOT! Tahura Bulukumba Dijarah, DLHK Tak Bernyali

KADIS DLHK HARUS DICOPOT! Tahura Bulukumba Dijarah, DLHK Tak Bernyali

JaringanPena.Com.Bulukumba,29 September 2025.– Amarah masyarakat Bulukumba memuncak! Taman Hutan Raya (Tahura) yang seharusnya menjadi paru-paru daerah, kini sekarat di bawah pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang terbukti mandul dan diduga kuat berkhianat atas sumpah jabatannya.

Aktivis lingkungan, Andi Saiful, dengan lantang menyerukan pemecatan Kepala Dinas DLHK sebagai langkah awal penyelamatan Tahura. “Ini bukan lagi kegagalan, ini adalah pengkhianatan terang-terangan terhadap amanah rakyat dan lingkungan! DLHK telah membiarkan Tahura dijarah habis-habisan,” kecam Andi Saiful dalam pernyataan persnya yang menggelegar hari ini. “Saya melihat mafia tanah dan pengusaha mulai merajalela dalam tahura, sementara DLHK hanya diam membisu.

Andi Saiful menyoroti praktik penjualan lahan di bawah tangan, perambahan hutan yang masif, pembangunan rumah permanen tanpa izin, hingga pendirian usaha ayam petelur skala besar di jantung kawasan Tahura.

“Bagaimana mungkin bangunan permanen dan kandang ayam bisa berdiri tegak di area konservasi tanpa sepengetahuan atau bahkan mungkin persetujuan DLHK? Ini adalah bukti nyata kelalaian fatal atau bahkan kompromi busuk!” tegasnya.

Masyarakat Bulukumba, melalui Andi Saiful, menuntut reformasi total di tubuh DLHK. “Tidak ada tawar-menawar lagi! Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus segera dicopot dari jabatannya! Ini adalah langkah mendesak untuk membersihkan DLHK, serta menyelamatkan Tahura dari kehancuran total yang sudah di depan mata,” tandas Andi Saiful dengan nada geram.

Andi Saiful juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Bulukumba untuk bersatu, mengawasi, dan melaporkan setiap aktivitas ilegal di Tahura. “Kita tidak bisa lagi berharap pada DLHK yang ada saat ini. Kita harus menjadi garda terdepan untuk menyelamatkan masa depan lingkungan kita.”

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak DLHK tetap membisu, semakin memicu kemarahan publik dan memperkuat dugaan adanya konspirasi jahat di balik kerusakan Tahura.

Tim Jaringan Pena akan terus berusaha mengkonfirmasi penyataan Andi saiful ke pihak DLHK guna Terciptanya Pemberitaan yang seimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *