JaringanPena.Com, BULUKUMBA– Salah satu ikon Kabupaten Bulukumba Bundaran Pinisi yang berdiri di tengah jantung kota, kondisinya masih memprihatinkan. Sudah berulang kali disorot publik, namun hingga kini replika perahu Pinisi di bundaran tersebut masih tampak tanpa layar.
Padahal, sebelumnya perahu Pinisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Bulukumba itu memiliki layar yang membentang megah. Namun seiring waktu, layar tersebut usang, robek, dan akhirnya terjatuh. Hingga hari ini, tak sehelai pun layar yang terlihat.
Kondisi ini memicu pertanyaan di tengah masyarakat: siapa yang bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan ikon kota tersebut?
Ironisnya, di bundaran itu terpampang nama Bank Sulselbar dengan ukuran cukup besar sebagai sponsor. Namun keberadaan sponsor tersebut belum mampu membuat ikon kota kembali utuh seperti semula.
Aktivis kemasyarakatan Andi Saiful menyayangkan adanya pembiaran yang dilakukan oleh pihak atau instansi terkait. Menurutnya, Bundaran Pinisi bukan sekadar tugu biasa, melainkan wajah dan identitas Bulukumba sebagai “Kota Pinisi”.
“Ini sangat disayangkan. Bundaran Pinisi adalah ikon kita. Masa dibiarkan rusak bertahun-tahun tanpa ada perbaikan. Apalagi sekarang sudah mau masuk perayaan HUT Kemerdekaan RI. Seharusnya ini jadi perhatian khusus dari Pemkab Bulukumba,” tegas Andi Saiful.
Ia menilai, pembiaran terhadap ikon kota mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap aset wisata dan identitas daerah. Padahal Bundaran Pinisi menjadi salah satu titik yang pertama kali dilihat tamu dan wisatawan yang masuk ke Kota Bulukumba.
“Jangan sampai tamu yang datang ke Bulukumba justru melihat ikon kita dalam kondisi memprihatinkan. Ini soal marwah daerah,” tambahnya.
Warga dan sejumlah aktivis meminta Pemerintah Kabupaten Bulukumba, khususnya Dinas terkait, untuk segera melakukan perbaikan dan perawatan rutin terhadap Bundaran Pinisi.
Kolaborasi dengan pihak sponsor, dan swasta juga diharapkan bisa diaktifkan agar ikon kebanggaan Bulukumba ini kembali megah seperti sedia kala, terutama menjelang peringatan 17 Agustus.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Bulukumba terkait rencana perbaikan Bundaran Pinisi. Masyarakat berharap agar persoalan ini tidak terus menjadi bahan keluhan, tetapi segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
Redaksi






