Beranda / Lokal / Sosial / Anggaran Fantastis 5 Miliar Mubazir, LIDIK PRO Desak Audit Total Kelistrikan RSUD Sultan Daeng Raja Bulukumba

Anggaran Fantastis 5 Miliar Mubazir, LIDIK PRO Desak Audit Total Kelistrikan RSUD Sultan Daeng Raja Bulukumba

JaringanPena.Com, BULUKUMBA, 28 April 2026 – Sekretaris Jenderal Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO), Muhammad Darwis, melontarkan kritik pedas terhadap manajemen RSUD Sultan Daeng Raja Bulukumba. Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden kemarahan keluarga pasien yang dipicu oleh pemadaman listrik di rumah sakit tersebut baru-baru ini.

Dalam keterangannya di Bulukumba, Selasa (28/04), Darwis menegaskan bahwa kegagalan sistem kelistrikan di fasilitas kesehatan sekelas RSUD merupakan hal yang tidak bisa ditoleransi.

Darwis menyayangkan sikap manajemen rumah sakit yang dinilai tidak siap menghadapi situasi darurat, padahal RSUD Sultan Daeng Raja berstatus sebagai pengelola dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Sangat miris dan tidak masuk akal. RSUD Sultan Daeng Raja telah menganggarkan mesin listrik cadangan (genset) dengan nilai fantastis mencapai Rp5 Miliar. Jika saat listrik padam genset tersebut tidak berfungsi otomatis, maka patut dipertanyakan ke mana larinya anggaran miliaran tersebut,” tegas Darwis

LIDIK PRO membandingkan kesiapsiagaan rumah sakit dengan fasilitas publik lainnya yang memiliki risiko lebih rendah namun lebih sigap dalam mitigasi kelistrikan. Rumah sakit menangani pasien kritis yang sangat bergantung pada alat medis yang membutuhkan pasokan listrik stabil.

“SPBU saja selalu siap siaga dengan genset, sangat aneh jika RSUD yang mengelola nyawa manusia justru tidak siap. Ini menunjukkan adanya kelalaian sistemik,” tambah Darwis.

Menutup pernyataannya, Muhammad Darwis mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek pengadaan dan pemeliharaan sistem kelistrikan di RSUD Sultan Daeng Raja.

“Kami mendesak agar anggaran kelistrikan ini segera diaudit secara transparan. Rakyat perlu tahu mengapa anggaran miliaran rupiah gagal memberikan jaminan listrik di saat darurat. Jangan sampai ada indikasi penyimpangan yang justru mengorbankan keselamatan pasien,” pungkasnya.

Editor : Edi Aswar

Penerbit : Andi Saiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *