JaringanPena.Com, Bulukumba – Aktivis masyarakat sipil Bulukumba, Andi Saiful Ishak, menyoroti cara komunikasi Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Bulukumba dalam menyikapi berbagai persoalan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
Menurut Andi Saiful Ishak, pola komunikasi yang dibangun pihak Korwil SPPG dinilai kurang terbuka dan belum sepenuhnya melibatkan partisipasi publik, terutama dalam merespons keluhan masyarakat terkait distribusi, kualitas layanan, hingga transparansi pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah.
“Program ini menyangkut kepentingan anak-anak dan masa depan generasi kita. Karena itu, komunikasi yang dibangun seharusnya terbuka, responsif, dan tidak defensif ketika ada kritik dari masyarakat,” ujarnya dalam keterangan kepada media, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah laporan yang diterimanya dari orang tua siswa dan elemen masyarakat menyebutkan adanya kendala teknis dalam pelaksanaan program. Namun, respons dari pihak terkait dinilai kurang memberikan penjelasan yang komprehensif kepada publik.
Andi Saiful menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk melemahkan program pemerintah, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan gizi anak sekolah secara merata dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong agar Korwil SPPG Bulukumba membangun ruang dialog terbuka dengan masyarakat, pihak sekolah, serta pemangku kepentingan lainnya guna meminimalkan kesalahpahaman dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Transparansi dan komunikasi dua arah adalah kunci. Jika ada kendala di lapangan, sampaikan secara terbuka agar masyarakat juga memahami situasinya,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Korwil SPPG Bulukumba belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut.
Masyarakat berharap agar pelaksanaan Program MBG di Bulukumba dapat berjalan lebih optimal melalui koordinasi yang baik serta komunikasi yang lebih inklusif antara penyelenggara dan publik.
Tim Red






