Beranda / Lokal / Sosial / Insiden Lift di Gedung Baru RSUD bulukumba potret Buruknya Citra Pembangunan

Insiden Lift di Gedung Baru RSUD bulukumba potret Buruknya Citra Pembangunan

JaringanPena.Com, BULUKUMBA – Sejumlah aktivis di Bulukumba mendesak pihak terkait atau pihak yang berwajib untuk segera menindak lanjuti insiden lift di bangunan baru RSUD bulukumba.Desakan muncul menyusul sorotan terhadap pembangunan RSUD Bulukumba senilai sekitar Rp22 miliar, yang belakangan diwarnai insiden seorang pegawai/pengunjung terjebak di lift gedung baru.

Aktivis Andis brow menilai pihak terkait atau pihak berwajib perlu mengambil langkah konkret karena perusahaan yang bekerja pada pembangunan tersebut dinilai lalai dalam pembangunan itu.

“Ini akan jadi catatan buruk pembangunan di bulukumba kalau ini dibiarkan”, ujar andis.

Harusnya perusahaan yang bekerja dalam pembangunan tersebut wajib memiliki tenaga ahli yang dipersyaratkan untuk proyek tersebut,sehingga tidak terjadi insiden dibangunan baru tersebut.

Menurut andis, pembiaran terhadap perusahaan dengan rekam jejak bermasalah akan menjadi catatan buruk bagi pembangunan di Bulukumba.

Selain persoalan lalai, andis brow juga menyoroti proyek pembangunan RSUD Bulukumba yang menelan anggaran sekitar Rp22 miliar. Proyek ini disebut perlu diusut tuntas mengingat banyaknya sorotan publik terhadap manajemen RSUD Bulukumba dalam beberapa waktu terakhir.

Andis brow meminta agar Direktur RSUD Bulukumba segera dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban. Desakan semakin menguat setelah beredar informasi bahwa seorang pegawai Kanwil Hukum Sulsel terjebak dalam lift di gedung baru RSUD Bulukumba.

“Kejadian terjebaknya salah seorang dalam lift bangunan yang baru di rumah sakit semakin menambah keburukan dari pembangunan rumah sakit tersebut,” ujar andis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun dari manajemen RSUD Bulukumba dan pihak PT. Te,ne Jaya terkait desakan dan insiden yang terjadi.

Narasumber : Andis Brow

Penerbit : Edi Aswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *