JaringanPena.Com, Bulukumba – Proyek pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Tritiro, Kecamatan Bonto Tiro, Kabupaten Bulukumba, menuai sorotan dari tokoh pemuda,tokoh masyarakat dan warga setempat. Pembangunan koperasi yang berlokasi di lapangan sepak bola ini dikritik karena tidak melalui musyawarah desa atau pertemuan dengan tokoh setempat.
Irfan Thahir SH, tokoh masyarakat Tritiro, mempertanyakan legalitas dukungan pembangunan koperasi ini. “Syarat utama pembangunan koperasi merah putih adalah harus tidak sepenuhnya menghilangkan fungsi lapangan bola, artinya lapangan harus tetap pada fungsinya digunakan untuk berolahraga,” tegas Irfan.
Sementara dari tokoh pemuda, Andi Raja Dalam konfirmasi dengan media melalui telpon, menyatakan sangat menyayangkan pembangunan koperasi di lapangan sepak bola. “Masih banyak lokasi kosong lain didesa itu yang bisa ditempati untuk membangun gerai koperasi, bahkan kalau kita duduk bersama saya yakin akan ada solusi persoalan lokasi yang jauh lebih bagus dan tidak menghambat fungsi lahan publik . Hanya saja pemerintah desa tritiro hari ini dinilai arogan dan kurang keberpihakan serta kurangnya komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemuda, sehingga kami melihatnya bahwa ini terkesan dipaksakan,” ujarnya.
Pembangunan koperasi ini juga memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap aktivitas olahraga di Tritiro. Warga setempat dan tokoh masyarakat lainnya, Andi Batara berharap agar pihak terkait dapat mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan proyek pembangunan koperasi itu dan perlunya melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan jika fasiltas yang ditunjuk adalah fasilitas publik. “kami berharap perlu ada kajian ulang dalam penunjukan lokasi proyek KMP di lapangan Desa Tritiro”, tegas Andi Batara
Mengingat lapangan sepak bola desa tritiro pernah di rehab dengan dana desa untuk perbaikan dengan tujuan untuk menunjang kepentingan olahraga, aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat Desa Tritiro, kami mempertanyakan keputusan pembangunan keporasi dilokasi tersebut.
Kenapa harus Lapangan sepak bola ?
Bukankah pada tahun 2017 – 2018 lapangan ini sudah dianggarkan ratusan juta rupiah untuk biaya perbaikannya? “ujar Andi Batara yang didampingi zakiuddin saat ditemui awak media dirumahnya.
Penulis : Andi Saiful






