Beranda / Lokal / Ekonomi / Petani Menjerit! Aliansi Pemerhati Petani GrudukBulog Bulukumba, Diduga Ada Permainan Harga Gabah

Petani Menjerit! Aliansi Pemerhati Petani GrudukBulog Bulukumba, Diduga Ada Permainan Harga Gabah

Jaringanpena.Bulukumba — Suasana memanas di halaman Kantor Bulog Cabang Bulukumba, Rabu siang (09/04/2025), saat puluhan massa dari Aliansi Pemerhati Petani (Alerta) menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut keadilan bagi petani yang kian terhimpit akibat anjloknya harga gabah di tengah musim panen.

Aksi ini dipicu oleh temuan di lapangan: harga gabah dibeli hanya Rp6.300 per kilogram oleh tengkulak yang mengklaim sebagai mitra Bulog. Angka itu berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Ini bukan hanya soal angka, ini soal keadilan! Kalau Bulog bermain mata dengan tengkulak, kami tidak akan diam,” pekik salah satu orator Alerta di tengah kerumunan yang membara.

Tak hanya soal harga, Aliansi pemerhati petani juga menyoroti tutupnya sejumlah gudang Bulog yang mempersulit petani menjual hasil panennya. Alhasil, para petani terpaksa menjual murah ke tengkulak, yang dengan leluasa memainkan harga.

“Asdar, kalau Bulog tidak bisa jalankan perintah Presiden, lebih baik angkat kaki dari Bulukumba!” tegasnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Bulukumba, Norin Samma, membantah adanya permainan harga. Ia menegaskan bahwa Bulog tetap berkomitmen membeli gabah sesuai HPP.

“Kalau ada mitra yang melanggar ketentuan, silakan laporkan. Bulog siap menerima gabah langsung dari petani, atau melalui 28 mitra resmi kami di Bulukumba,” ujarnya menenangkan massa.

Meski begitu, pernyataan itu belum mampu meredam amarah demonstran. Alerta berjanji akan terus mengawal isu ini dan mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika tak ada tindakan nyata dari pihak Bulog.

penulis : Karaeng Tompo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *