Beranda / Lokal / Sosial / Kualitas Drainase Dipertanyakan, Diperkirakan Rampung Desember 2025 Dan Mengalami Kerusakan Januari 2026.

Kualitas Drainase Dipertanyakan, Diperkirakan Rampung Desember 2025 Dan Mengalami Kerusakan Januari 2026.

JaringanPena.Com, Makassar — Kualitas pengerjaan proyek pembangunan sistem drainase di Kota Makassar kembali menjadi perhatian publik. Sorotan kali ini mengarah pada aspek standar teknik konstruksi untuk proyek di wilayah Jalan DH. Hayo Lorong 8 Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, menyusul temuan kerusakan fisik meski pekerjaan tersebut tergolong masih baru.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah indikasi ketidaksesuaian dengan standar konstruksi. Beberapa penutup drainase tampak tidak presisi, terdapat celah terbuka, permukaan beton retak, serta pemasangan yang tidak rata. Pada titik tertentu, struktur penutup bahkan terlihat tidak terpasang secara permanen dan terkesan dikerjakan tanpa finishing yang layak.

Warga sekitar menyebutkan bahwa sejak awal pengerjaan, kualitas pekerjaan sudah terlihat kurang baik. Mereka menilai hasil akhir hanya mempertegas kekhawatiran tersebut.
“Dari awal memang kelihatan tidak rapi. Sekarang baru beberapa bulan sudah begini, tentu orang bertanya-tanya soal kualitasnya,” ujar salah seorang warga.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius, mengingat proyek drainase seharusnya memenuhi prinsip dasar teknik sipil, seperti kekuatan struktur, ketepatan dimensi, mutu material, serta ketahanan jangka panjang. Fakta bahwa kerusakan sudah terlihat dalam waktu relatif singkat memperkuat dugaan bahwa kualitas sejak awal memang bermasalah.

Secara teknis, infrastruktur drainase yang tidak memenuhi standar berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari penurunan usia pakai bangunan, gangguan fungsi aliran air, hingga risiko keselamatan bagi pejalan kaki dan pengguna jalan.

Ketiadaan tanggapan terkait temuan ini semakin memperkuat dorongan publik agar dilakukan evaluasi teknis secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak dan standar konstruksi yang berlaku. Sebagai proyek yang dibiayai dari anggaran publik, masyarakat menilai penting adanya akuntabilitas dan keterbukaan, agar pembangunan infrastruktur tidak hanya tercatat selesai secara administratif, tetapi juga berkualitas, aman, dan berfungsi sesuai peruntukannya.

Tim Redaksi Jaringan PENA telah berupaya mengonfirmasi terkait informasi dari warga ini kepada pihak kontraktor pelaksana CV. Karya Utama Nusantara maupun konsultan pengawas CV. Sabana Harsa yang tercantum dalam papan proyek. Proyek ini merupakan bagian dari belanja modal bangunan air kotor lainnya tahun anggaran 2025, dengan nomor kontrak 571./PERJ.57/PEMB-SDA/X/2025, ditandatangani pada 08 Oktober 2025, nilai kontrak Rp 535.011.108, dan waktu pelaksanaan 67 hari kerja. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada respons maupun klarifikasi yang diberikan, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan berulang kali.

Tim Redaksi JaringanPena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *