JaringanPena.Com, Makassar — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Cobra Legend Indonesia Kota Makassar bersama warga Tamangapa terus mematangkan langkah aksi sebagai respons atas kondisi lingkungan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang dinilai telah berada pada tahap darurat.
Konsolidasi antara DPC Cobra Legend dan warga terdampak telah dimulai sejak dua hari terakhir. Warga bersama Ketua DPC Cobra Legend Indonesia Kota Makassar bahkan telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat yang terdampak.
Sekretaris DPC Cobra Legend Indonesia Kota Makassar, Edi Aswar, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan dalam memperjuangkan kondisi warga yang selama ini terdampak langsung. “Sejak kemarin kami sudah mulai konsolidasi dengan warga Tamangapa, turun langsung ke lokasi bersama Ketua DPC, dan melakukan konsultasi. Insya Allah dalam waktu dekat surat pemberitahuan aksi akan segera kami masukkan,” ujarnya.
Menurut Edi, kondisi di lapangan sudah tidak bisa lagi ditoleransi dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah. “Ini bukan lagi persoalan biasa. Air limbah masuk ke rumah warga, bau menyengat setiap hari, dan risiko kesehatan semakin tinggi. Ini sudah darurat,” tegasnya.
Selain itu, kondisi jalur masuk menuju TPA Antang juga menjadi perhatian serius. Tumpukan sampah yang berserakan serta saluran drainase yang tersumbat menyebabkan limbah meluap hingga ke permukiman warga. “Jalur masuk itu sekarang penuh sampah dan drainase tersumbat. Ini yang membuat limbah meluap ke rumah warga. Jadi bukan hanya TPA, tapi akses masuknya juga harus segera dibersihkan,” jelasnya.
DPC Cobra Legend Indonesia juga menyoroti dugaan adanya praktik tidak transparan terkait masuknya sampah dari luar daerah seperti Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa ke TPA Antang. “Kalau benar ada sampah dari luar daerah masuk, ini harus diusut. Jangan sampai ada pihak yang bermain sementara warga menjadi korban,” katanya.
Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa solusi yang selama ini diambil pemerintah belum menyentuh akar persoalan. Penambahan kapasitas atau pembebasan lahan dinilai bukan solusi jangka panjang. “Kalau hanya tambah lahan tanpa pengolahan, itu sama saja menanam bom waktu. Sampah tidak akan selesai kalau hanya dibuang,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, DPC Cobra Legend Indonesia bersama warga Tamangapa tengah mempersiapkan aksi yang direncanakan berupa pemblokadean akses masuk ke TPA Antang sebagai bentuk tekanan terhadap pihak terkait. “Aksi ini akan kami lakukan secara damai, tapi tegas. Ini adalah perjuangan untuk hak hidup yang layak. Kalau tidak ada langkah nyata, maka blokade hanya tinggal menunggu waktu,” pungkasnya.
Tim Redaksi






