JaringanPena.Com, BULUKUMBA – Kondisi iKON Bundaran Pinisi yang layarnya rusak parah terus mendapat sorotan publik. Meski jadi landmark kebanggaan Bulukumba, hingga kamis (7/5/2026) belum ada tanda-tanda perbaikan dari instansi berwenang.
Pemandangan memprihatinkan terlihat di Bundaran Pinisi, pusat Kota Bulukumba. Layar pada monumen iKON Pinisi yang dulu jadi daya tarik warga dan wisatawan, kini rusak parah. Sebagian layar sudah robek dan kusam.
Padahal iKON Bundaran Pinisi merupakan simbol identitas Bulukumba sebagai “Bumi Panrita Lopi”. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut memicu pertanyaan publik. Berbagai kalangan mulai dari komunitas pemuda, aktivis, pegiat wisata, hingga netizen menyayangkan lambannya respon pemerintah.
“Sekalipun mendapat sorotan dari berbagai kalangan, tapi iKON Bundaran Pinisi yang layarnya sudah rusak parah, namun hingga detik ini belum dapat perhatian dari pihak instansi yang berwenang,” kata Andi Saiful.
Kondisi ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. “Hal ini semakin menimbulkan pertanyaan, ada apa? Apakah karena proyek perbaikan iKON ini tidak ada celah atau minim celah untuk bagi oknum untuk mendapatkan keuntungan besar? Hanya waktu yang bisa jawab,” ujarnya.
Aktivis kemasyarakatan Bulukumba, Andi Saiful, mengaku sangat menyayangkan ketidakpedulian pihak-pihak berwenang terhadap ikon daerah.
“Untuk hal kebaikan dan nama besar Bulukumba begini saja tidak ada perhatian, lalu bagaimana dengan hal-hal lain yang sifatnya untuk kepentingan kelompok atau individu,” ujar Andi Saiful saat ditemui, kamis (7/5/2026).
Menurutnya, iKON Bundaran Pinisi bukan sekadar monumen. Ia adalah wajah Bulukumba. Membiarkan rusak sama saja membiarkan citra daerah tercoreng. “Ini soal marwah. Kalau ikon sendiri tidak dirawat, jangan harap wisatawan respek,” tegasnya.
Andi Saiful mendesak dinas terkait segera turun tangan. Ia meminta ada transparansi soal anggaran pemeliharaan iKON tersebut.
“Jangan sampai karena nilainya kecil, jadi tidak menarik diperbaiki. Atau sebaliknya, karena tidak ada ‘mainnya’ makanya didiamkan. Publik berhak tahu,” kata Andi Saiful.
Ia berharap Pemkab Bulukumba tidak tutup mata. Apalagi Bundaran Pinisi berada di titik kota dan jadi lokasi favorit warga berswafoto.
Kerusakan layar iKON Pinisi diketahui sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Penerbit : Edi Aswar






