JaringanPena.Com, Bulukumba – Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU milik H. Gaffar kembali memicu keluhan masyarakat. Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM selama beberapa hari terakhir, sementara di sisi lain muncul dugaan adanya penjualan dalam jumlah besar kepada pelangsir.
Seorang warga berinisial IF menyampaikan bahwa sudah tiga hari berturut-turut dirinya gagal mengisi bahan bakar karena selalu dinyatakan habis. “Setiap datang mau isi motor pakai Pertalite, selalu dibilang kosong,” ujarnya.
Di tengah keluhan tersebut, sejumlah pihak menyoroti dugaan adanya kendaraan pickup yang membawa puluhan jerigen untuk mengambil BBM subsidi. Aktivitas ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah kelangkaan yang dirasakan masyarakat umum.
Aktivis Bulukumba, Andi Saiful, secara tegas mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Bulukumba dan Satuan Tipidter, agar segera turun tangan dan menunjukkan ketegasan. Ia mengingatkan agar aparat tidak terkesan lamban, apalagi “masuk angin” dalam menangani persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Jangan sampai masyarakat menilai aparat hanya diam ketika dugaan pelanggaran terjadi terang-terangan. Ini soal hak rakyat kecil. Aparat harus hadir dan bertindak tegas,” ujarnya.
Menurutnya, jika memang tidak ada pelanggaran, maka hal itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan terbuka dan transparan. Namun jika ditemukan adanya penyalahgunaan BBM subsidi, penindakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.
Publik kini menunggu langkah konkret dari aparat kepolisian. Penegakan hukum yang cepat, profesional, dan transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran. Masyarakat berharap aparat tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar menjadi garda terdepan dalam melindungi kepentingan rakyat.
Narasumber : Andi Saiful
Editor : Tim Redaksi






