Beranda / Lokal / Sosial / Lubang Maut Tambang Ilegal Balantieng Rebut Nyawa Marwa: Masyarakat Bulukumba Teriak, APH dan DLHK mana???

Lubang Maut Tambang Ilegal Balantieng Rebut Nyawa Marwa: Masyarakat Bulukumba Teriak, APH dan DLHK mana???

JaringanPena.Com, Bulukumba, 4 Desember 2025— Tragedi pilu menimpa warga Desa Lonrong, Kecamatan Bontolempangga, saat Marwa alias Sonni binti Jumali (35), warga Bontoloe, tewas tenggelam di lubang galian tambang pasir dan batuan ilegal di Sungai Balantieng, Kamis pagi sekitar pukul 06.45 WITA.

Korban hanya hendak ke sawah bersama adiknya melalui jalur utama warga, tapi permukaan licin dan kubangan dalam akibat tambang liar membuatnya terjatuh dan tak terselamatkan.Kemarahan warga memuncak karena tambang ilegal ini sudah berulang kali dilaporkan tapi tetap beroperasi tanpa hambatan.

Andi Saiful, Ketua Tim Investigasi Jaringan Pena Bulukumba, ikut mengecam. “Ini bukan kasus pertama, Tambang ilegal telah merusak lingkungan dan sekarang sudah merampas nyawa. Pihak Tipidter polres bulukumba dan DLHK, diam saja. Apa harus menunggu ada korban lagi baru gerak?” tegasnya, menuntut penyelidikan cepat.

Galian ini hancurkan sungai, robohkan tebing, dan jadikan jalan kita bahaya maut. Kami lapor ke Tipidter Polres Bulukumba dan DLHK berkali-kali, tapi cuma janji..! Tidak ada tindakan nyata,” geram salah satu warga yang enggan disebut namanya, mewakili kemarahan puluhan tetangga yang berkumpul di lokasi kejadian.

Andi saiful menuntut tindakan tegas: Tipidter Polres Bulukumba segera razia, tangkap pelaku dan pemiliknya , sita alat berat, dan proses pidana secara maksimal. Sementara DLHK diminta untuk menutup paksa tambang ilegal, rehabilitasi sungai, dan segera pulihkan ekosistem—bukan sekadar catatan.

“Nyawa marwa hilang seketika karena kelalaian kalian! Jangan biarkan korban berikutnya muncul,” tegas Andi Saiful suara bergetar.

Hingga saat ini, Polres Bulukumba dan DLHK belum berikan keterangan secara resmi. Publik menunggu aksi konkret agar tragedi ini tak terulang—tanggung jawab ada di tangan mereka!

Tim Investigasi Jaringan Pena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *