Beranda / Nasional / MASYARAKAT BONTOBAHARI TOLAK KERAS RENCANA KAWASAN UNTUK INDUSTRI DI LEMO-LEMO

MASYARAKAT BONTOBAHARI TOLAK KERAS RENCANA KAWASAN UNTUK INDUSTRI DI LEMO-LEMO

JaringanPena.Com, Bulukumba, 27 Januari 2026 – Masyarakat Bontobahari, khususnya di Lingkungan Lemo-Lemo, Kelurahan Tanah Lemo, mengemukakan untuk tidak menerima rencana penetapan kawasan untuk industri di wilayah mereka. Warga menyatakan dengan tegas bahwa rencana ini sama sekali tidak dapat diterima, tidak sesuai dengan prinsip pengelolaan wilayah yang baik, dan akan membawa kerusakan parah bagi masa depan generasi mendatang.

Masyarakat Bontobahari menegaskan bahwa lokasi yang direncanakan untuk industri berada berdampingan langsung dengan kawasan konservasi – sebuah kondisi yang melanggar peraturan dan prinsip perlindungan lingkungan hidup serta tata ruang berkelanjutan yang telah ditetapkan. Mereka menegaskan: keberadaan industri di dekat kawasan lindung bukan hanya berisiko, melainkan pasti akan menyebabkan degradasi lingkungan yang parah, baik secara langsung melalui limbah maupun tidak langsung melalui perubahan ekosistem lokal.

“Tidak ada ruang untuk negosiasi – kawasan yang harus kita jaga sebagai benteng kelestarian alam tidak boleh dan tidak akan kita biarkan dijadikan lokasi untuk industri. Ini bukan hanya masalah saat ini, tetapi akan menjadi beban berat bagi anak cucu kita yang akan mewarisi kerusakan lingkungan akibat keputusan yang salah,” tegas dengan tegasnya perwakilan masyarakat Bontobahari.

Selain itu, masyarakat menegaskan bahwa kawasan Lemo-Lemo merupakan bagian tak terpisahkan dari kawasan pariwisata lokal yang tengah berkembang. Penetapan kawasan untuk industri di sini akan menyebabkan konflik fungsi yang total dan pasti akan memusnahkan sektor pariwisata – yang selama ini menjadi harapan utama bagi peningkatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal asli.

Sebagian besar penduduk di wilayah ini bergantung sepenuhnya pada kelautan sebagai mata pencaharian utama mereka. “Kita adalah nelayan yang hidup dari hasil laut. Jika industri datang dan mencemari perairan, maka kita tidak hanya kehilangan lingkungan, tetapi juga sumber mata pencaharian yang telah kita miliki sejak lama. Jangan saja kita rugi dua kali – ini adalah hal yang tidak bisa kita biarkan terjadi!” serukan dengan penuh semangat salah satu warga Bontobahari.

Masyarakat mengemukakan kritik yang tajam terhadap proses perencanaan yang dianggap tidak transparan – mereka menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada bukti kajian yang memadai terkait daya dukung lingkungan, kesesuaian dengan rencana tata ruang, maupun dampak sosial ekonomi yang akan ditimbulkan bagi masyarakat pesisir.

“Kita tidak menentang pembangunan, tetapi pembangunan harus adil dan bertanggung jawab. Rencana ini tidak memenuhi syarat apa pun – pemerintah harus menghentikan segera proses ini, mengedepankan prinsip kehati-hatian yang sebenarnya, transparansi yang nyata, dan partisipasi publik yang bukan sekadar formalitas,” tegas dengan tegasnya perwakilan masyarakat Bontobahari lainnya.

Masyarakat Bontobahari dengan tegas menyatakan: rencana penetapan kawasan untuk industri di Lingkungan Lemo-Lemo harus dibatalkan dan tidak boleh ada upaya untuk memaksakannya kepada masyarakat tanpa adanya kajian objektif yang akurat serta keterlibatan langsung mereka yang akan menerima dampak langsung dari kebijakan tersebut.

Redaksi JaringanPena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *