JaringanPena.Com, Makassar, –Situasi keamanan di Makassar kian memprihatinkan dalam dua pekan terakhir. Rentetan aksi tawuran, geng motor brutal, hingga kekerasan jalanan yang melibatkan senjata tajam terjadi di berbagai titik kota dan menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
Peristiwa pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 04.30 WITA menjadi salah satu gambaran nyata memburuknya kondisi kamtibmas. Aksi penyerangan yang diduga berasal dari arah Ablam menuju wilayah Sukaria memicu bentrokan di lokasi. Situasi yang memanas menyebabkan arus lalu lintas dari arah Jalan Urip Sumoharjo sempat terhambat, bahkan sejumlah kendaraan dihentikan karena kondisi yang tidak kondusif.
Sebelumnya, pada malam 17 Maret 2026, aksi geng motor juga terjadi di perempatan Onta Lama, tepatnya di Jalan Beruang. Dalam kejadian tersebut, sekelompok pelaku dilaporkan melakukan pengejaran terhadap warga dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai. Insiden ini semakin memperkuat rasa takut dan ketidakamanan di tengah masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
Fenomena ini menunjukkan bahwa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak lagi bersifat sporadis, melainkan terjadi secara berulang dan meluas di berbagai wilayah kota. Warga menilai situasi ini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan, di mana aktivitas malam hari menjadi penuh risiko.
Keresahan masyarakat semakin meningkat karena dinilai tidak adanya langkah pencegahan yang maksimal dari aparat kepolisian. Patroli malam yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencegah potensi kejahatan, justru dianggap minim dan tidak dirasakan secara nyata oleh warga di lapangan.
Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa penanganan gangguan kamtibmas masih cenderung reaktif, yakni menunggu kejadian dan laporan masyarakat sebelum bertindak. Padahal, dalam situasi seperti saat ini, langkah preventif dinilai jauh lebih penting untuk menekan potensi terjadinya kejahatan.
Warga Makassar pun kini semakin vokal menyuarakan keresahan mereka. Banyak yang merasa tidak lagi aman saat beraktivitas di malam hari, terutama dengan maraknya geng motor yang berkeliaran dan aksi kekerasan yang terjadi tanpa pengawasan ketat.
Desakan publik pun mengarah pada perlunya evaluasi serius terhadap kinerja Polrestabes Makassar. Dalam kondisi kamtibmas yang terus memburuk dan minimnya kehadiran aparat di lapangan, tuntutan agar Kapolrestabes Makassar mundur atau dicopot pun semakin menguat.
Langkah tegas dinilai perlu segera diambil oleh Polda Sulawesi Selatan guna mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat. Tanpa adanya perubahan nyata, situasi keamanan di Kota Makassar dikhawatirkan akan semakin memburuk dan sulit dikendalikan.
Tim Redaksi






