Beranda / Lokal / Aktivis Tantang Kapolda Sulsel Baru: Berantas Mafia Solar di Bulukumba, Bukan PR Tapi Kewajiban!

Aktivis Tantang Kapolda Sulsel Baru: Berantas Mafia Solar di Bulukumba, Bukan PR Tapi Kewajiban!

JaringanPena.Com, Bulukumba, 5 November 2025 – Hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bulukumba disinyalir menjual BBM bersubsidi jenis solar secara bebas kepada pengusaha untuk dijual ilegal. Praktik ini merugikan nelayan dan petani setempat, yang seharusnya jadi prioritas subsidi buat mereka.

Aktivitas mencurigakan ini terlihat jelas di depan mata, dengan puluhan pickup dan jerigen mengisi solar besar-besaran setiap hari di berbagai SPBU. “Ini sudah urgensi, tidak boleh lagi ada pembiaran seperti ini. Begitu lemahnya pengawasan dari aparat penegak hukum dan dinas terkait dalam menangani kasus ilegal ini,” ujar aktivis lokal bulukumba Andi Saiful.

Ia menambahkan, “Hampir semua lini bermain dalam penjualan bebas BBM subsidi ini. Saya akan laporkan langsung ke Polda Sulsel, dan segera meneruskan ke Mabes Polri agar ada tindakan tegas.” Aktivis Andi Saiful juga secara terbuka menantang Kapolda Sulsel yang baru untuk segera memberantas mafia solar di Sulsel, khususnya di Bulukumba.

“Ini bukan lagi pekerjaan rumah(PR) bagi Kapolda baru, tapi ini adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh penegak hukum. Kami tunggu aksi nyata, jangan cuma janji!”Banyak Kasus serupa baru-baru ini ungkap jaringan penimbunan solar ilegal, yang dijual bebas, rugikan negara miliaran rupiah.

Nelayan dan petani Bulukumba resah karena subsidi solar langka, padahal aturan Perpres 191/2014 batasi untuk sektor pertanian dan perikanan. “Nelayan dan petani susah dapat solar murah, malah diborong oknum untuk dijual mahal,” kata Andi Saiful.

Aktivis Andi Saiful mendesak untuk segera dilakukan razia massal, termasuk cek kuota Pertamina yang diduga bocor ke pasar gelap. tantangan dari Andi Saiful ini harap jadi pemicu tindakan cepat.publik menunggu dan berharap agar subsidi tepat sasaran dan tak jadi ladang korupsi lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *